SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IKLAN
KABAR DAERAH POLITIK
Beranda » Bobby Nasution Minta Pemangkasan Dana Transfer Pusat Tak Ganggu Pembangunan Daerah

Bobby Nasution Minta Pemangkasan Dana Transfer Pusat Tak Ganggu Pembangunan Daerah

Bobby Nasution Minta Pemangkasan Dana Transfer Pusat Tak Ganggu Pembangunan Daerah
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution. (Foto Antara)

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meminta agar pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat tidak mengganggu jalannya pembangunan di daerah.

Hal itu disampaikan Bobby usai mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, saat meninjau rumah subsidi di Perumahan SMK Residence 2, Jalan Sentosa, Lubukpakam, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (7/10/2025).

Kaperwil Mitrapol Aceh Desak Kapolda Tempatkan Polisi di SPBU dan Pelabuhan untuk Cegah Penyalahgunaan Solar Subsidi

“Tadi kita hanya memberikan informasi dampak dari pemotongan ini. Mungkin di provinsinya berimbas, tapi kabupaten-kabupaten yang kecil itu kasihan,” ujar Bobby kepada wartawan.

Bobby mencontohkan daerah di Kepulauan Nias yang memiliki lima kabupaten/kota — Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Nias Barat, dan Gunungsitoli — dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang masih kecil.

Ribuan Warga Meriahkan Jalan Sehat Gembira Medco E&P Malaka di Aceh Timur

“Kalau kita di Nias atau di daerah lain yang PAD-nya kecil, daerah afirmasi seperti itu seharusnya bisa lebih diperhatikan,” tegasnya.

Menurut Bobby, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota kecil tetap harus menjalankan program pembangunan, meski mengalami tekanan anggaran akibat pemangkasan dana transfer.

Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya bersama sejumlah kepala daerah sudah menemui langsung Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas masalah tersebut di Jakarta.

“Rp1,1 triliun ya yang dipangkas. Tadi kami bersama gubernur lain juga sudah ke Kemenkeu berdiskusi soal hal itu,” kata Bobby.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, pemangkasan dana transfer dilakukan karena ada ketidaksesuaian anggaran di beberapa daerah. Ia menegaskan bahwa secara keseluruhan, jumlah dana yang dialokasikan pemerintah pusat untuk daerah justru meningkat.

“Beberapa bupati datang ke sini, tadinya mau ketemu saya semua, tapi saya hanya bisa temui perwakilan,” ujar Purbaya di Gedung Keuangan Negara (GKN) Surabaya, Kamis (2/10/2025).

Menurutnya, meskipun transfer ke daerah turun sekitar Rp200 triliun, namun program pusat untuk daerah naik signifikan dari Rp900 triliun menjadi Rp1.300 triliun.

“Jadi ekonomi di daerah sebenarnya tidak berkurang, malah ditambah secara netto,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
× Advertisement