SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IKLAN
EKONOMI
Beranda » Aceh Jadi Pusat Hilirisasi Gas Bumi dan Getah Pinus Nasional

Aceh Jadi Pusat Hilirisasi Gas Bumi dan Getah Pinus Nasional

Aceh Jadi Pusat Hilirisasi Gas Bumi dan Getah Pinus Nasional
Pohon Pinus (ist)

KABAR RAKYAT -Provinsi Aceh diproyeksikan jadi pusat industri gas dan amonium nitrat karena dinilai punya potensi yang akan memberikan nilai tambah cukup signifikan.

Maka dengan itu Aceh menjadi pusat hilirisasi gas bumi dan gatah pinus nasional, demikian disampaikan Kepala Bidang Minyak dan Gas Bumi Dinas ESDM Aceh, Dian Budi Dharma, dalam Forum diskusi bertajuk “Potensi Migas di Era Energi Terbarukan: Bagaimana Aceh Beradaptasi?”, saat gelaran Jurnalis Ekonomi Aceh (JEA) di Banda Aceh beberapa waktu lalu, dihimpun Kamis (12/12/2024).

Wali Kota Langsa Cek Harga Pangan, Pastikan Pasokan dan Distribusi Aman

“kita masih menggunakan gas bumi sekitar 4,7%” tambah Dian.

Dian menambahkan, bahwa angka pemakaian bahan bakar itu masih sangat besar atau tinggi untuk energi, terlebih ini bukan untuk bahan baku industri.

Wali Kota Langsa: Bantuan Pascabencana untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Warga

“Demikian juga dengan minyak bumi yang masih besar sekali,” ujarnya lagi.

Ia memperkirakan pada tahun 2050, Aceh masih menggunakan bahan bakar fosil‎. Aceh diharapkan menjadi pusat industri sebagaimana potensi daerah dan dari sebaran potensi hilirisasi yang ditetapkan.

Dian mengungkapkan, industri Urea misalnya, memiliki nilai tambah sebesar 4,3 kali. ‎Dengan demikian, ke depan pemerintah tidak lagi mengharapkan Dana Bagi Hasil (DBH).

Menurutnya hilirisasi seperti pabrik urea, metanol, dan amonium nitrat memiliki nilai tambah, dan diharapkan dengan adanya hilirisasi gas bumi akan menyerap tenaga kerja cukup signifikan.

Sektor gas bumi ini diharapkan dapat menyerap sekitar 15 ribu tenaga kerja. Dengan demikian, para lulusan baru setidaknya dapat terserap.

Sedangkan untuk ammonia, Aceh dalam peta nasional diharapkan bisa menampung atau menyumbang sekitar 35 persen produksi nasional.

‎“Sedangkan urea, kita bisa menyumbangkan 44 persen produksi nasional. Demikian pula metanol itu dapat diserap 33 persen,” katanya.

Salah satu peluang yang tengah dipertimbangkan adalah hilirisasi gas bumi, mengingat telah beroperasinya kilang Arun.

Hilirisasi gas bumi ini diharapkan memberikan kontribusi yang sangat signifikan bagi kemakmuran daerah dan masyarakat Aceh di masa mendatang sebagaimana peta jalan industri strategis Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
× Advertisement