SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IKLAN
ACEH KABAR DAERAH NEWS
Beranda » Lapas Rusak Parah Pascabanjir, 95 dari 425 Napi Aceh Tamiang Menyerahkan Diri

Lapas Rusak Parah Pascabanjir, 95 dari 425 Napi Aceh Tamiang Menyerahkan Diri

Lapas Rusak Parah Pascabanjir, 95 dari 425 Napi Aceh Tamiang Menyerahkan Diri
Kondisi Lapas Klas IIB Kuala Simpang di Kuala Simpang, Jumat (23/1/2025). Foto Antara

ACEH TAMIANG, KABAR RAKYAT – Sebanyak 95 dari 425 narapidana dan tahanan yang sempat dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, akibat bencana hidrometeorologi, telah menyerahkan diri secara sukarela.

Namun, para napi tersebut belum dapat kembali menjalani masa pidana di dalam Lapas. Kepala Lapas Klas IIB Kuala Simpang, Mudo Mulyanto, menyatakan fasilitas Lapas masih belum layak huni akibat kerusakan parah yang ditimbulkan banjir bandang pada akhir November 2025.

Antisipasi Banjir, PUPR Langsa Siapkan Kanal di Merandeh Tengah

“Sebanyak 95 orang sudah melapor. Tetapi belum bisa kami masukkan kembali karena faktor keamanan serta sarana dan prasarana yang belum pulih,” ujar Mudo di Aceh Tamiang, Jumat (23/1/2025).

Mudo menjelaskan, keputusan membebaskan 425 napi dan tahanan pada 27 November 2025 diambil karena kondisi darurat yang mengancam keselamatan jiwa. Saat itu, ketinggian banjir di dalam Lapas terus meningkat hingga mencapai empat meter, disertai terputusnya aliran listrik dan jaringan komunikasi.

Hendak Umrah, DPO Korupsi Diciduk Tim Tabur Kejati Aceh di Bandara Kualanamu

“Ini keputusan kemanusiaan. Saat pembebasan, ketinggian air sudah sekitar 1,5 meter dan terus naik,” katanya.

Kerusakan berat masih terlihat di sejumlah bagian Lapas. Tembok bangunan dilaporkan berlubang karena terpaksa dibongkar untuk mengeluarkan lumpur dan sisa barang rusak dari sel tahanan. Selain itu, dapur umum belum berfungsi, saluran drainase masih tersumbat lumpur, dan pasokan air bersih belum tersedia.

“Untuk membersihkan lumpur, kami terpaksa membeli air dari Kota Langsa dan mengangkutnya menggunakan mobil tangki,” kata Mudo.

Lebih dari satu bulan sejak bencana, proses pembersihan belum sepenuhnya tuntas. Pembersihan dilakukan oleh pegawai Lapas dengan bantuan 119 taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dari Jakarta serta pihak ketiga.

Hingga kini, pihak Lapas baru dapat mendata 95 napi yang telah melapor dan menyatakan kesiapan untuk kembali menjalani masa pidana.

Mudo menambahkan, rehabilitasi Lapas terus diupayakan agar segera dapat difungsikan kembali, meski masih terkendala kondisi darurat pascabencana. (Ant)

Editor: Rahmad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
× Advertisement