LAMPUNG
Beranda » Pertamina Beri Sanksi SPBU Karena Diduga Salahgunakan Biosolar

Pertamina Beri Sanksi SPBU Karena Diduga Salahgunakan Biosolar

Pertamina Beri Sanksi SPBU Karena Diduga Salahgunakan Biosolar
Pertamina Beri Sanksi SPBU Karena Diduga Salahgunakan Biosolar. (Dok Net)

LAMPUNG TIMUR, KABAR RAKYAT — Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menjatuhkan sanksi tegas kepada satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Desa Srimenanti, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, yang diduga melakukan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar.

“Pertamina telah melakukan pengecekan lapangan dan memberikan sanksi kepada SPBU 24.341.128 karena terbukti melakukan penyalahgunaan BBM biosolar,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, dalam keterangannya di Bandarlampung, Senin (16/11/2025).

Kuasa Hukum: Sengketa VBW dan dr. UH Berpotensi Masuk Ranah Pidana

Sanksi yang diberikan berupa pembinaan dan penghentian penyaluran biosolar serta pertalite selama 30 hari.

Rusminto menegaskan Pertamina tidak akan ragu memberikan tindakan tegas kepada lembaga penyalur yang melanggar ketentuan. Langkah ini diambil untuk memberikan efek jera dan memastikan penyaluran BBM subsidi tetap sesuai aturan.

57 Peserta Didik MAN 1 Lampung Timur Lolos Perguruan Tinggi Negeri 2026

“Kami berkomitmen menyalurkan BBM secara tepat sasaran serta menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat,” ujarnya.

Pertamina juga telah menginstruksikan seluruh SPBU di wilayah tersebut agar mematuhi regulasi dalam pendistribusian BBM subsidi. Untuk menjamin kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, Pertamina memastikan BBM dapat diperoleh di SPBU 24.341.13, yang berjarak sekitar 2,2 kilometer dari lokasi SPBU yang disanksi.

Pertamina terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan distribusi BBM subsidi. Masyarakat juga diimbau melaporkan bila menemukan adanya indikasi penyalahgunaan melalui aparat terkait atau Pertamina Contact Center 135.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement