SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IKLAN
KABAR DAERAH
Beranda » Tanggapan Pj Geuchik Sungai Pauh Pusaka Soal Dugaan Non Transpransi Pengelolaan APBG

Tanggapan Pj Geuchik Sungai Pauh Pusaka Soal Dugaan Non Transpransi Pengelolaan APBG

Tanggapan Pj Geuchik Sungai Pauh Pusaka Soal Dugaan Non Transpransi Pengelolaan APBG
Foto: Moment mediasi warga Gampong Sungai Pauh Pusaka, dihadiri Pj Geuchik dan Camat Langsa Barat. (Dok KR)

KABAR RAKYAT – Pj Geuchik Sungai Pauh Pusaka, Kecamatan Langsa Barat, Freddy Alam Sujaya, mengaku hanya memfasilitasi tuntutan warga terkait tranparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG).

Kata Freddy, warga yang datang, meminta musyawarah untuk menghadirkan mantan Geuchik dan ketua Tuha Peut.

Antisipasi Banjir, PUPR Langsa Siapkan Kanal di Merandeh Tengah

“Ya saya sampaikan bahwa ranah pemanggilan Geuchik dan ketua Tuha Peut itu di Kecamatan, bukan ranah saya,” ujar dia Rabu 18 Desember 2024.

Saya sudah undang pihak Kecamatan, dan lain – lain.

Hendak Umrah, DPO Korupsi Diciduk Tim Tabur Kejati Aceh di Bandara Kualanamu

“Pertama kali warga datang, saya sudah undang pihak Kecamatan dan yang lainya, namun dengan Pemko waktu 3 hari itu kan belum tentu bisa, pak Camat juga waktu itu sedang ke Jakarta,” bebernya lagi.

Hari Senin itu kantor sudah sempat di segel, maka datang kapolsek dan camat untuk buka segel dengan komitmen akan dibuat pertemuan di kecamatan.

“Jadi tidak ada kaitannya dengan saya, saya hanya memfasilitasi. Masyarakat mau mempertanyakan terkait APBG sebelum saya menjabat. Untuk mengecek fisik pengerjaan di lapangan itu ranahnya Inspektorat,” ungkap Freddy.

Sebelumnya, massa aksi damai juga sempat mengkritisi soal pemasangan baleho APBG tahun 2024 yang disebut dilakukan (dipasang-red) setelah adanya reaksi.

“Bukan saya, Geuchik lama itu yang masang,” timpal Freddy, Pj Geuchik yang diketahui baru menjabat sejak 8 Juli 2024.

Freddy menjelaskan, bahwa selama jabatannya, tidak banyak kegiatan yang dikerjakan. “Selama saya menjabat kegiatan yang dilakukan hanya saat 17 Agustus, Maulid dan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Waktu saya datang anggaran untuk program sudah digunakan, paling tinggal BLT (APBN), kegiatan Maulid anggaran sebesar Rp 5 juta dan 17 Agustus Rp 5 juta,” jelasnya lagi.

Sisi lain, Sekretaris Gampong Sungai Pauh Pusaka, Aman Farizah, saat dikonfirmasi terkait alur penyaluran APBG mengaku cuma berperan untuk mendantangani.

Untuk pengeluaran dan pengelolaan, disebutnya kewenangan Geuchik dan Bendahara.

“Saya cuma neken aja, tidak terlalu saya periksa apa dan kemana penggunaannya. Geuchik yang lama namanya Musliadi, menjabat satu periode,” ucapnya.

Kemarin Selasa (17/12), puluhan warga Gampong Sungai Pauh Pusaka, Kecamatan Langsa Barat, kota Langsa melakukan aksi damai di kantor Geuchik setempat lantaran adanya dugaan non trasparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG).

Sejumlah warga mengaku kesal karena ketidakjelasan penggunaan APBG 2023-2024.

Berkaitan dengan APBG tahun 2023-2024 yang sebelumnya disoal warga, wartawan sudah mencoba mengkonfirmasi ke pihak Inspektorat soal hasil audit. Namun kepala Inspektorat Kota Langsa sedang tak berada ditempat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
× Advertisement