KABAR RAKYAT -Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Singkil memasang alat perangkap untuk menangkap buaya pemangsa di area sungai Teluk Rumbia dan Rantau Gedang, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil.
Perangkap buaya itu dipasang tepatnya di tepi seberang sungai. Pemasangan perangkap tersebut dilakukan usai warganya, Sawiyah (63), menghilang di Sungai Desa Rantau Gedang, Sabtu 8 Februari 2025, lalu.
“Perangkap buaya dipasang tadi siang sekitar pukul 13.00 WIB. Pemasangannya dihadiri pihak kecamatan, Polsek, TNI AL, BPBD, dan pihak terkait lainnya,”katanya.
Panjang perangkap buaya, disebut Aton berukuran sekitar 6 meter dan perangkap tersebut hanya satu unit saja.
“Perangkap sudah dipasang, semoga buaya yang telah merenggut nyawa warga tersebut segera tertangkap. Dari pengamatan, buaya tersebut Panjang sekitar 5 meter,” katanya.
Begitupun kata Anton, saat ini keluarga Sawiyah sudah lebih tenang setelah jasad korban ditemukan dan dimakamkan pada Minggu 9 Februari 2025 kemarin.
“rasa duka tentu masih menyelimuti keluarga, dan itu wajar,” tuturnya lagi.
Terpisah, warga Rantau Gedang, Kecamatan Singkil dan juga sekaligus Pegiat Lingkungan di Aceh Singkil Muriadi, meminta pemerintah daerah untuk segera membentuk tim pengawasan untuk mengatasi meningkatnya populasi buaya muara tersebut.
Menurutnya, meskipun regulasi terkait pengelolaan satwa liar telah dialihkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), tanggung jawab penanganan buaya masih berada di bawah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
“Dengan kejadian ini, saya berharap pemerintah setempat segera membentuk tim pengawasan. Populasi buaya semakin meningkat, dan ini sangat perlu ditangani,”tegas Muriadi.
Lebih lanjut, Muriadi menduga ada gangguan pada poros rantai makanan hewani, seperti maraknya perburuan biawak yang biasanya memangsa telur buaya, menjadi penyebab meningkatnya populasi buaya.
Meski pihak terkait sudah memasang perangkap buaya, dia berharap buaya yang telah memangsa manusia dalam insiden tersebut segera tertangkap.
Muriadi juga menekankan pentingnya identifikasi jumlah populasi predator buaya di sungai tersebut. Meski tidak harus 100 persen, kita harus perlu mengetahui jumlah wajar untuk pengendalian dan penangkaran.
“Semoga saja buaya yang telah merenggut korban tersebut segera tertangkap,”katanya.
Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (8/2) keamrin, seorang warga Rantau Gedang, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil bernama Sawiyah (63), hilang diterkam buaya saat mengangkat bubu (alat tangkap udang) di sungai Singkil.
Korban diterkam buaya sekitar pukul 08:00 WIB dan kejadian itu pertama kali diketahui oleh anak korban. Selain itu, warga juga menemukan perahu korban dalam keadaan kosong dan membuat warga setempat panik dan bertanya-tanya.
Pencarian korban dilakukan mulai pada pagi Sabtu (8/1) sekitar pukul 08:00 WIB, dan pada sekitar pukul 01.40 WIB dini hari, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan sekujur tubuh mengalami luka bekas gigitan buaya. Bahkan lengan sebelah kirinya putus.
Dalam pencarian korban, tim pencarian butuh perjuangan keras untuk menemukan korban. Pencarian dilakukan dengan fokus melihat buaya yang kerap muncul ke permukaan air sungai sambil menggigit korban sekitar 10 menit sekali.
Titik kemunculan buaya berpindah-pindah. Namun lokasinya merupakan perairan dangkal. Selesai salat magrib tim gabungan yang melakukan pencarian masih sering melihat kemunculan buaya. Namun ketika didatangi langsung menghilang.
Kemudian menjelang tengah malam, tim gabungan yang melakukan pencarian sempat kehilangan jejak. Buaya yang rutin muncul, tak terlihat lagi.
Tanpa putus asa, warga terus melakukan penyisiran dengan fokus titik dangkal di aliran sungai selebar kira-kira 300 meter itu.
Pada sekitar pukul 01.40 WIB, buaya terlihat di sungai dengan kedalam air sekitar 60 centimeter.
Kemudian, speed boat yang digunakan warga untuk melakukan pencarian ditabrakkan ke bagian leher buaya. Usaha itu membuahkan hasil, buaya melepaskan tubuh korban.
Selanjutnya warga berusaha mengusir buaya dari lokasi dengan cara memutar speed boat dan perahu. Setelah merasa aman, lalu evakuasi jenazah korban untuk dibawa ke rumah duka.


Komentar