SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IKLAN
KABAR DAERAH PERISTIWA
Beranda » Korban Terkaman Buaya di Singkil Ditemukan Tewas, Lengan Sebelah Kiri Putus

Korban Terkaman Buaya di Singkil Ditemukan Tewas, Lengan Sebelah Kiri Putus

Korban Terkaman Buaya di Singkil Ditemukan Tewas, Lengan Sebelah Kiri Putus
Proses evakuasi jenazah Sawiyah di Rantau Gedang, Singkil, Aceh Singkil. Foto : (Tangkapan layar)

KABAR RAKYAT– Seorang perempuan lansia Sawiyah (63), warga Rantau Gedang, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, ditemukan meninggal dunia setelah hilang belasan jam diseret buaya sepanjang 4 meter ke sungai Teluk Rumbia dan Rantau Gedang.

Dilihat dari video siaran langsung akun Camat Singkil, Khairudin, jasad korban ditemukan Minggu (9/2) dini hari, sekitar pukul 01.40 WIB,usai sehari penuh dilakukan pencarian oleh tim gabungan.

Antisipasi Banjir, PUPR Langsa Siapkan Kanal di Merandeh Tengah

Saat ditemukan sekujur tubuh korban mengalami luka bekas gigitan buaya. Bahkan, lengan sebelah kirinya putus. Dari lokasi ditemukan, warga langsung membawa jenazah korban ke rumah duka di Rantau Gedang.

“Alhamdulillah korban sudah ditemukan,” kata Camat Singkil, Khairudin, sembari mengucapkan takbir.

Hendak Umrah, DPO Korupsi Diciduk Tim Tabur Kejati Aceh di Bandara Kualanamu

Terpisah, Keuchik Rantau Gedang, Adi Anton yang di konfirmasi Kabar Rakyat, Minggu (9/2) siang, membenarkan bahwa korban terkaman buaya atas nama Sawiyah sudah ditemukan pada pukul 01.40 WIB dini hari tadi tadi.

“Iya benar, korban sudah ditemukan dan tanpa menunggu siang, warga langsung kebumikan jenazah Sawiyah di tempat pemakaman umum Desa Rantau Gedang. Proses pemulasaraan jenazah selesai, tepat azan subuh berkumandang tadi,” katanya.

Kata Anton, butuh perjuangan keras bagi tim pencari, hingga menemukan korban. Pencarian dilakukan dengan fokus melihat buaya yang kerap muncul ke permukaan air sungai sambil menggigit korban sekitar 10 menit sekali.

Titik kemunculan buaya berpindah-pindah. Namun lokasinya merupakan perairan dangkal. Selesai salat Magrib tim gabungan yang melakukan pencarian masih sering melihat kemunculan buaya. Namun ketika didatangi langsung menghilang.

Kemudian menjelang tengah malam, tim gabungan yang melakukan pencarian sempat kehilangan jejak. Buaya yang biasanya rutin muncul, tak terlihat lagi.

Tanpa putus asa, warga terus melakukan penyisiran dengan fokus titik dangkal di aliran sungai selebar kira-kira 300 meter.

Pencarian korban dilakukan mulai pada pagi Sabtu (8/1) sekitar pukul 08:00 WIB, dan pada sekitar pukul 01.40 WIB, buaya terlihat di sungai dengan kedalam air sekitar 60 centimeter.

Kemudian, speed boat yang digunakan warga untuk melakukan pencarian ditabrakkan ke bagian leher buaya. Usaha itu membuahkan hasil, buaya melepaskan tubuh korban.

Selanjutnya warga berusaha mengusir buaya dari lokasi dengan cara memutar speed boat dan perahu. Setelah merasa aman, lalu evakuasi jenazah korban untuk dibawa ke rumah duka.

“Evakuasi dilakukan dari atas perahu, tidak ada yang turun ke sungai,” ujar Adi Anton.

Adi Anton berharap kepada Dinas terkait untuk menangkap buaya tersebut serta dipindahkan ke daerah lain.

“Kita harapkan dinas terkait peduli akan peristiwa ini dan harus segera mengeksekusi buaya tersebut, karena sudah ada warga yang menjadi korban,” katanya.

Sebab, lanjut dia, warga di Rantau Gedang dan Teluk Rumbia ini mayoritasnya memanfaatkan sungai tersebut untuk keperluan mandi, mencuci dan lain sebagainya. Apalagi jarak antara peristiwa dan permukaan sungai sangat dekat, yakni hanya sekitar 300 meter saja.

“Untuk itu kami berharap kepada Dinas terkait untuk segera mengambil langkah agar tidak ada lagi korban-korban selanjutnya,” pungkasnya

Sebelumnya diberitakan, seorang perempuan bernama Sawiyah (63), warga Desa Rantau Gedang, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, hilang diterkam buaya saat mengangkat bubu (perangkap udang) di pinggir sungai dekat permukiman warga Rantau Gedang dan Teluk Rumbia.

Korban diterkam buaya sekitar pukul 08:00 WIB, dan kejadian itu pertama kali diketahui oleh anak korban. Selain itu, warga juga menemukan perahu korban dalam keadaan kosong hingga membuat warga setempat panik dan bertanya-tanya.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×
× Advertisement