KABAR RAKYAT -Sebanyak tiga nama sebagai kandidat calon Direktur Utama Bank Aceh Syariah (BAS) diusulkan mengikuti fit and proper test ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pengusulan nama tersebut diputuskan setelah dilaksanakannya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat (14/3) kemarin, melalui platform zoom, di Banda Aceh. RUPSLB tersebut langsung dipimpin oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, selaku pemegang saham pengendali, serta para seluruh pemegang saham dari kabupaten/kota se Aceh.
Pada kesempatan ini, para pemegang saham menyepakati keputusan strategis terkait reorganisasi kepengurusan bank guna meningkatkan efektivitas dan daya saing dalam industri perbankan syariah.
Adapun tiga kandidat untuk Direktur Utama Bank Aceh yakni Muhammad Syah, Syahrul, dan Fadhil Ilyas.
Rapat juga mengusulkan pengurus Bank Aceh lainnya untuk mengikuti fit and proper test ke OJK, yakni untuk jabatan Direktur Operasional ada Iskandar dan Tarmizi.
Kemudian posisi Direktur Bisnis ada nama Budi Kafrawi dan Abdul Rafur. Kemudian, Direktur Kepatuhan: ada Imamil Fadli dan Zulkarnaini.
Selain menetapkan usulan kepengurusan baru, RUPSLB juga mengambil beberapa keputusan penting lainnya, yaitu memberhentikan Saudara Fadhil Ilyas dari jabatannya sebagai Direktur Bisnis Bank Aceh Syariah.
Lalu, memberhentikan sementara Numairi dari jabatannya sebagai Direktur Kepatuhan Bank Aceh Syariah, dengan pemberhentian definitif setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sebagai langkah transisi , untuk sementara waktu Bank Aceh Syariah akan dipimpin Plt Direktur Utama, yaitu M Hendra Supardi yang saat ini juga bertugas sebagai Direktur Dana & Jasa PT Bank Aceh.
“Keputusan ini diambil untuk memastikan stabilitas operasional serta kesinambungan strategi pertumbuhan bank di masa mendatang,” kata pemimpin divisi sekretariat perusahaan Bank Aceh Syariah, Iskandar.
Iskandar menyampaikan, keputusan ini juga merupakan bagian dari strategi besar memperkuat tata kelola perusahaan yang lebih baik.
“Kami optimis bahwa dengan kepengurusan baru ini, Bank Aceh Syariah akan semakin maju dan mampu memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat serta berkontribusi lebih besar dalam
pembangunan ekonomi daerah,” ujarnya.
Dengan adanya langkah strategis ini, Bank Aceh Syariah semakin optimis dalam menghadapi tantangan dan peluang di industri perbankan. Transformasi kepengurusan ini diharapkan dapat membawa inovasi dan meningkatkan pelayanan kepada nasabah.
“Bank Aceh juga akan terus memperkuat peran dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Aceh melalui layanan keuangan syariah yang modern dan berdaya saing,” pungkas Iskandar.


Komentar