KABAR RAKYAT – Universitas Samudra (Unsam) dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama akademik di Auditorium Rektorat UMSU, Selasa (14/4/2026).
Penandatanganan yang dihadiri Rektor Unsam Prof. Hamdani dan Rektor UMSU Prof. Agussani itu kembali menegaskan tren kolaborasi antarperguruan tinggi. Namun, publik kini menunggu: apakah kerja sama ini benar-benar dijalankan atau hanya berhenti di atas kertas?
Dalam sambutannya, Rektor UMSU menegaskan pentingnya implementasi nyata dari setiap kerja sama yang dibangun.
“Kolaborasi ini tidak boleh hanya bersifat ceremonial. Harus ada dampak konkret bagi sivitas akademika,” tegas Agussani.
Ia menyebut, penguatan jejaring akademik menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing kampus di tengah persaingan pendidikan tinggi yang kian ketat.
Senada, Rektor Unsam Hamdani menilai kerja sama ini sebagai peluang strategis untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan riset. Namun, ia juga menekankan pentingnya tindak lanjut nyata.
“Harus ada langkah konkret seperti penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga program inovatif lainnya,” ujarnya.
Secara substansi, MoU ini mencakup pengembangan akademik lintas program studi, riset kolaboratif, pertukaran sumber daya manusia, hingga pelaksanaan seminar dan kuliah umum bersama.
Sayangnya, bukan rahasia lagi, banyak kerja sama serupa di dunia kampus yang berakhir sebagai dokumen formal tanpa implementasi jelas.
Karena itu, komitmen Unsam dan UMSU akan diuji pada konsistensi menjalankan program yang telah disepakati.
Jika tidak, MoU ini hanya akan menambah daftar panjang kerja sama yang ramai saat penandatanganan, namun sunyi dalam pelaksanaan.
Kedua pihak menyatakan komitmennya untuk menjadikan kerja sama ini sebagai kemitraan jangka panjang yang produktif dan berdampak nyata, bukan sekadar simbolik.


Komentar