KABAR RAKYAT –Republik Indonesia (RI) terus memantau perkembangan situasi di Suriah pasca tumbangnya rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad setelah pasukan pemberontak menduduki ibu kota Damaskus.
Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta menyerukan perlunya konsensus politik nasional dari seluruh pihak di Suriah untuk memulihkan ekonomi dan pembangunan pada tahap selanjutnya.
“Konsensus politik nasional, transisi demokratis yang damai, serta rekonstruksi/pemulihan ekonomi dan pembangunan sebagai prioritas Suriah di tahap selanjutnya,” kata Anis dalam keterangannya, Selasa (10/12/2024).
Anis menegaskan, krisis di Suriah hanya bisa diselesaikan lewat proses transisi yang komprehensif, demokratis dan damai dengan mengutamakan kepentingan dan keselamatan rakyat Suriah.
Ia juga mengingatkan pentingnya penyelesaian krisis di Suriah untuk menjaga kedaulatan, kemerdekaan dan integritas teritorial Suriah.
Pemerintah Indonesia berharap rakyat Suriah bisa memulai kehidupan baru yang lebih baik setelah krisis ini berlalu. Para pihak juga diharapkan dapat menjaga keamanan dan keselamatan rakyat Suriah.
“Republik Indonesia menghormati keutuhan wilayah Suriah dan mengharapkan rakyat Suriah dapat memulai kehidupan baru yang lebih baik,” kata Anis.
Bashar al-Assad telah berkuasa di Suriah sejak 24 tahun lalu. Rezim ini memimpin Suriah sejak tahun 2000, saat ia menggantikan ayahnya Hafiz al-Assad yang wafat.
Konflik yang terjadi di Suriah hari ini membuat Bashar al-Assad menyelamatkan diri ke Rusia setelah rezimnya tergulingkan oleh pihak oposisi.


Komentar