JAKARTA, KABAR RAKYAT — Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai belum sepenuhnya lepas dari bayang-bayang kompromi politik pemilu. KAMI menilai kondisi tersebut berpotensi menghambat pengambilan keputusan strategis negara.
Pengamat politik sekaligus tokoh KAMI, Rocky Gerung, menegaskan bahwa berakhirnya pemilu seharusnya menjadi penanda berakhir pula segala bentuk transaksi politik yang mengikat presiden.
“Presiden tidak boleh tersandera oleh transaksi politik saat pemilu. Pemilu sudah selesai. Presiden harus bisa mengambil keputusan sendiri,” kata Rocky dalam kanal YouTube pribadinya, Senin (22/12/2025).
Rocky menilai, selama keputusan politik masih dipengaruhi kepentingan partai atau kelompok pendukung, kepemimpinan nasional akan kehilangan arah dan legitimasi moral.
“Keputusan presiden harus autentik, bukan hasil kompromi politik masa lalu. Kalau tidak, presiden hanya menjadi perpanjangan tangan kepentingan elite,” ujarnya.
Ia juga mendorong Presiden Prabowo mengambil langkah tegas dan tidak populer jika diperlukan, demi memastikan arah pembangunan nasional tetap rasional dan berpihak pada kepentingan publik jangka panjang.
“Indonesia tidak bisa diselamatkan dengan kebijakan yang sekadar menyenangkan publik. Dibutuhkan keberanian untuk melakukan perubahan mendasar,” tegas Rocky.
Menurut Rocky, KAMI akan terus mengawasi dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang dinilai populis, namun minim substansi dan keberanian politik.
“Kami ingin membangun kembali harapan publik bahwa Indonesia bisa diperbaiki melalui satu pemutusan tegas dari praktik lama,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Istana Kepresidenan atas kritik tersebut.
Sumber: RMOL


Komentar