KRIMINAL NASIONAL
Beranda » Update Kasus Uang Palsu Kampus UIN, Polisi Periksa Saksi Kunci

Update Kasus Uang Palsu Kampus UIN, Polisi Periksa Saksi Kunci

Update Kasus Uang Palsu Kampus UIN, Polisi Periksa Saksi Kunci
Foto : Istimewa

KABAR RAKYAT – Kasus peredaran uang palsu di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang telah menetapkan 17 tesangka masuki babak baru.

Kali ini, pihak kepolisan memeriksa pengusaha sekaligus politisi asal Makassar inisial ASS yang menjadi saksi dalam kasus pabrik uang palsu di kampus Universitas Islam Negeri (UIN).

Komisi II DPR Minta Maaf Pilih Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman

ASS memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Gowa untuk memberikan keterangan soal pabrik uang palsu di UIN Alauddin Makassar, Kamis (26/12) malam. Dimana sebelumnya ia mangkir pada pemanggilan pertamanya.

“Iya (sudah) datang, kita sudah periksa. Jadi ASS sudah datang dan sudah dalam hal ini masih dalam pemeriksaan. Masih pendalaman ya,” kata Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak, dikutib Sabtu (28/12).

Dua Tanker Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Kejar Jalan Keluar Setelah Iran Beri Sinyal Positif

Penyidik memeriksa ASS sebagai saksi kunci dalam kasus tersebut dan pemeriksaan berlangsung hingga pukul 04.00 WITA.

“Saat ini masih kita periksa sebagai saksi, nanti kita liat bagaimana perkembangan selanjutnya, apakah ada peningkatan status atau bagaimana dari hasil gelar,” ungkapnya.

Reonald menerangkan bahwa pemeriksaan terhadap ASS masih berlangsung sampai hari ini dan penyidik masih terus mendalami keterkaitan kasus pabrik uang palsu di kampus UIN Makassar dengan ASS.

“Saat ini, masih pendalaman pemeriksaan. Yang bersangkutan masih ada di ruangan (penyidik) Polres Gowa, masih dalam proses pemeriksaan,” pungkasnya.

Nama ASS mencuat dalam kasus pabrik uang palsu di kampus UIN Alauddin Makassar, setelah polisi menangkap dua orang tersangka yakni, Muhammad Syahruna (52) dan John Biliater Panjaitan (68) di Makassar.

Dalam kasus ini, polisi diketahui telah menangkap 17 tersangka, termasuk Kepala Perpustakaan UIN Alauddin Makassar, Dr Andi Ibrahim yang memiliki peran memasukkan mesin pencetak uang palsu di perpustakaan kampus tersebut dan tiga orang masih dalam kejaran polisi.(Ktb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement