KABAR RAKYAT – Google memperluas jangkauan fitur “AI Overviews” atau ringkasan pencarian berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) ke lebih dari 100 negara.
Perluasan akses tersebut akan berlangsung pekan ini dimulai dari Kanada, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Cile, Filipina, hingga negara lainnya.
“Mulai pekan ini, ringkasan AI akan dirilis ke lebih dari 100 negara dan teritori di berbagai di berbagai dunia. Dengan perluasan terbaru ini, ringkasan AI akan memiliki pengguna global hingga 1 juta pengguna setiap bulannya,” kata VP Search Quality Srinivasan (Cheenu) Venkatachary dalam unggahan blog Google, dikutip Sabtu (28/12)
Di setiap negara, dengan pembaruan terkini ringkasan AI dalam pencarian Google akan muncul dalam bahasa apa pun yang didukung, termasuk Inggris, Hindi, Indonesia, Jepang, Portugis, dan Spanyol.
Hal itu berarti jika pengguna sebenarnya menggunakan bahasa Spanyol, dan tengah berasa di AS, maka ketika melakukan pencarian pengguna tetap akan dapat melakukan pencarian dalam bahasa Spanyol dan melihat ringkasan AI dalam bahasa yang sama.
Layanan AI Overviews dikenalkan pada Mei 2024 mulai dari AS dan secara perlahan diperluas ke negara lain seperti Inggris, India, Jepang, Indonesia, Meksiko, dan Brazil pada bulan Agustus.
Selain itu, Google juga mengumumkan perluasan mode riset mendalam dari Gemini ke 40 bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Diluncurkan pada awal Desember, mode riset mendalam memungkinkan pengguna paket premium Google One AI untuk mengakses semacam asisten riset bertenaga AI.
Fungsi riset mendalam ini bekerja dalam beberapa langkah, mulai dari membuat rencana penelitian hingga menemukan informasi yang relevan. Kemudian, berdasarkan informasi tersebut, alat ini melakukan pencarian lagi untuk mengekstrak pengetahuan. Setelah mengulangi proses tersebut beberapa kali, alat ini akan membuat laporan.
Bahasa yang didukung Gemini meliputi bahasa Arab, Bengali, China, Denmark, Perancis, Jerman, Gujarat, Hindi, Indonesia, Italia, Jepang, Kanada, Korea, Malayalam, Marathi, Polandia, Portugis, Swahili, Spanyol, Tamil, Telugu, Thani, Ukraina, dan Urdu. Salah satu tantangan yang dihadapi Google adalah memastikan bahwa sumber informasi dalam bahasa lokal dapat diandalkan, sekaligus menjaga tata bahasa tetap akurat dalam ringkasannya. Direktur teknik untuk aplikasi Gemini, HyunJeong Choe, mengatakan meskipun perusahaan melatih model menggunakan data yang bersih dan sumber terpercaya, rangkuman AI Google dalam bahasa asli seperti bahasa Hindi cenderung tidak akurat dalam ringkasan.
“Kami biasanya mengandalkan sumber data asli, dan kami juga menggunakan pencarian Google di bagian belakang untuk mendapatkan informasi tersebut. Selain itu, kami melakukan evaluasi dan pemeriksaan fakta pada data bahasa asli sebelum meluncurkan model,” kata Choe seperti dilansir Techcrunch, Sabtu (28/12).
Choe mengatakan, melatih AI generatif untuk memberikan informasi yang faktual merupakan tantangan yang sudah dikenal luas di bidang teknologi. “Meskipun model ini sudah memiliki banyak informasi dalam mode prapelatihan, kami berfokus pada pelatihan model untuk menggunakan informasi dengan cara yang benar,” kata dia.


Komentar