KABAR RAKYAT – Pelabuhan atau dermaga di Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Aceh Singkil mulai diuji coba dengan menyandarkan kapal Aceh Hebat 1.
GM PT. Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Aceh Singkil, Burhan Zahim, mengatakan kapal milik rakyat Aceh tersebut sandar hanya untuk uji coba kelayakan Pelabuhan di Desa Pulo Sarok.
“Dari hasil diskusi bersama kapten Kapal Aceh Hebat 1 dinyatakan layak untuk dilakukan bongkar muat di Pelabuhan baru ini,”kata Burhan Zahim, Senin (27/1).
Sedangkan untuk masalah kebijakan berikutnya, kata Burhan, pihaknya akan segera berkomunikasi dengan atasan.
“Artinya kegiatan hari ini bukan pelayaran, karena belum melakukan pelayaran, tapi ini masih uji sandar di Pelabuhan baru di Desa Pulo Sarok, Aceh Singkil,” jelasnya lagi.
Begitupun, lanjut dia, bahwa kapal Aceh Hebat 1 adalah kapal muatan terbesar di Aceh, muatannya dua kali lipat dari Aceh Hebat 3.
“Kapal Aceh Hebat 1 sebesar 2.444 GT, sedangkan Kapal Aceh Hebat 3 sebesar 1080 GT,”tambahnya.
Dari amatan Kabar Rakyat, saat Kapal Aceh Hebat 1 sandar di Pelabuhan baru di Desa Pulo Sarok tersebut, Ramp door (pintu rampa) atau pintu penghubung untuk memasukkan kendaraan ke dalam kapal tidak duduk secara rapi, atau berlebih sekitar 50 centimeter dari dermaga.
Menyikapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Perhubungan Aceh, Abdurrani mengatakan, sesuai pekerjaan bahwa kapal yang bersandar di dermaga ini adalah yang bermuatan sebesar 1.500 GT, sedangkan Aceh Hebat 1 berukuran 2.444 GT sehingga ada sedikit kelebihan Ramp doornya.
Sebenarnya, ucap dia, pelabuhan ini bukan di peruntukkan untuk Aceh Hebat 1, namun bukan berarti tidak bisa disandari oleh Kapal Aceh Hebat 1.
“Sebab dari hasil diskusi bersama tim-tim ahli yang hadir pada hari ini, bahwa Pelabuhan baru yang terletak di Desa Pulo Sarok Aceh Singkil, sudah dinyatakan layak untuk Aceh Hebat 1 dan dilakukan bongkar muat,”pungkasnya.
Diketahui, mega proyek, pembangunan dermaga, terminal, serta fasilitas kantor pelabuhan di Desa Pulo Sarok Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil tersebut, dikerjakan oleh PT Umega Pratama, bersumber dari APBN tahun anggaran 2023-2024, dengan waktu pelaksanaan masa kerja selama 540 hari kalender dimulai sejak Mei 2023.
Pekerjaan dengan nama paket ‘Proyek Peningkatan Pelabuhan Penyeberangan Pulau Singkil’ ini, menelan anggaran sebesar Rp57.332.160.000.


Komentar